VISI MISI dan TUJUAN SEKOLAH

VISI

TERWUJUDNYA KOMUNITAS INSAN PENDIDIKAN YANG CERDAS, BERBUDI LUHUR, TERBUKA PADA PERKEMBANGAN IPTEK YANG BERLANDASKAN SEMANGAT VINSENSIAN.

MISI

• Menyelenggarakan pelayanan pendidikan secara profesional yang berlandaskan cinta kasih vinsensian.
• Menguasai IPTEK dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai citra Allah.

• Menghantar insan pendidikan menjadi manusia yang utuh sesuai dengan citra Allah.

TUJUAN SEKOLAH

1. Membentuk pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki rasa kebangsaan, kritis. cerdas, inovatif dan berkarakter.

2. Membentuk pribadi yang memiliki kepedulian tehadap sesama, menghargai keberagaman dan mengusahakan upaya demi terpeliharanya lingkungan hidup yang bersih, hijau dan sehat.

3. Mampu memanfaatkan IPTEK sebagai sumber belajar dan pembentukan karakter.

4. Mampu mengelola Sumber Daya Manusia dan faktor pendukung dalam pelayanan pendidikan.

SEJARAH SEKOLAH


Pada tahun 1934 beberapa Suster Puteri Kasih dari Belanda yang tiba di Indonesia tahun 1931 dan mengelola Panti Asuhan Don Bosco di Surabaya datang ke Kediri untuk mengajar di sekolah-sekolah dan mengelola asrama putra/putri. Dengan maksud mendirikan sekolah, maka tahun 1941 Yayasan Santa Louisa membeli bekas bangunan HCS (Holland Chinese School) yang sekarang menjadi SD Katolik Santa Maria. Tak lama kemudian, bala tentara Jepang masuk ke Indonesia dan para Suster ditawan (geinterneerd). Gedung sekolah dipakai oleh tentara Jepang sebagai Kantor Si (Kotamadya). Setelah perang usai, gedung sekolah tersebut dikosongkan oleh Jepang dan mulailah lagi usaha untuk mendirikan sekolah. Tepat pada tanggal 1 Oktober 1949 dimulai kembali berdirinya Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar dengan bahasa pengantar bahasa Melayu.

Gedung sekolah tersebut tidak hanya dipakai oleh TK dan SD tetapi juga SLTP putera dan puteri. Karena ruang kelas terbatas maka 1 ruang kelas dipakai secara bersama-sama untuk murid lebih dari 1 tingkat kelas (bentuk konkordan). Pada tahun 1949 tenaga pengajar pada waktu itu antara lain kelas TK oleh Suster Brigitta, PK; 3 kelas untuk SD kelas 1, 2 dan 3 dengan kepala Suster Fernanda, PK. Jumlah ruang belajar ada 4 ruang, TK 1 kelas dan SD 3 kelas. Kelas TK masuk pagi dan SD masuk siang. Tahun 1953 jumlah ruang belajar adalah 4 ruang permanen dan 3 ruang darurat (TK 2 kelas, SD 6 kelas). SMP Katolik Putera sudah pindah ke Jalan Jaksa Agung Suprapto, sedang murid-murid kelas 1 SMP yang puteri masih tetap bersama SD. Tahun 1958 jumlah ruang 4 ruang permanen dan 3 ruang darurat, dengan jumlah kelas : TK 2 kelas, SD 16 kelas.

Tahun 1959 jumlah ruang belajar adalah 6 ruang permanen dan 2 ruang darurat (TK 2 kelas, SD 18 kelas). Tahun 1961 jumlah ruang belajar 11 ruang dengan jumlah kelas 18 kelas (Sejak Tahun 1960 TK Katolik Santa Maria, SMP Katolik Santa Maria Puteri menempati gedung baru di Jl. Brawijaya No. 63 Kediri). Tahun 1965, dengan SK Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Jawa Timur tertanggal 1 Juli 1965 Nomor : 53/Sp/B.2 SD Katolik Santa Maria dipecah menjadi 3 sekolah (SD Katolik Santa Maria 1, SD Katolik Santa Maria 2, SD Katolik Santa Maria 3) Dengan bertambahnya usia, bertambah pulalah ruangan-ruangan lain sehingga semakin lengkap, indah, cantik yang dapat membuat para siswa semakin nyaman untuk belajar di Sekolah Dasar Katolik Santa Maria Kediri.

SD Katolik Santa Maria - Kediri @2018